Jumat, 18 Februari 2011

Cara membuat Bibit Jamur Tiram

Untuk mengerjakan budidaya jamur tiram, harus ada bibit jamur tiram. Bibit jamur tiram seperti juga bibit jamur lainnya tidak mudah didapatkan di sembarang tempat. Agar bisa membudidayakan jamur tiram beginilah cara membuat bibitnya.

* BIBIT JAMUR TIRAM F1

Proses yang pertama adalah pengambilan spora langsung dari indukan jamur/jamur dewasa. Suatu Jamur Tiram Putih dewasa mempunyai bilah-bilah atau sekat-sekat yang jumlahnya banyak. Di dalam bilah-bilah tersebut terdapat bagian yang disebut Basidia. Di ujung Basidia terdapat kantung yang berisi banyak spora atau disebut juga Basidiospore. Fungsi Spora adalah untuk berkembang biak.


Media yang biasa digunakan untuk menghasilkan kultur murni jamur konsumsi adalah Potatoes Dextrose Agar (PDA) yang dapat dibeli dalam bentuk siap pakai.

Dari satu tabung bibit F1 bisa digunakan untuk usaha budidaya jamur tiram skala menengah.


* BIBIT JAMUR TIRAM F2

Bibit Jamur tiram F2 (di ebsite lain ada yang menyebutnya F1), F2 yang saya bahas di website ini merupakan hasil turunan dari bibit F1. Dari satu tabung F1 bisa diturunkan menjadi 60 botol bibit F2.

Pembiakan tahap kedua bertujuan memperbanyak miselium jamur yang berasal dari biakan murni. Dari PDA dimasukkan ke media biji-bijian, bahannya berupa gandum, sorgum dan jagung. Kemasan yang digunakan botol.

* BIBIT JAMUR TIRAM F3

Dari bibit jamur tiram F2 diturunkan lagi menjadi bibit jamur tiram F3. media yang digunakan sama dengan yang digunakan pada F2. Pembiakan tahap ketiga ini juga bertujuan memperbanyak misellium dari bibit F2.

Dari bibit jamur F3 nantinya bisa digunakan untuk pembibitan pada media tanam (baglog) menjadi 30 baglog.

* MEDIA TANAM F4 (BAGLOG)

Pembiakan tahap keempat bertujuan memperbanyak miselium jamur yang berasal dari pembiakan tahap kedua. Media pembiakan berbeda dengan media pembiakan sebelumnya, karena media pembiakan tahap ketiga ini berhubungan dengan media tanam di kumbung. Bahannya berupa serbuk kayu gergaji, dedek bekatul, kapur, gypsum, tepung jagung, dan air. Media dengan bahan campuran serbuk kayu dan biji-bijian dianggap lebih baik karena kandungan unsur-unsur yang dibutuhkan jamur lebih lengkap.

Sumber :: usahajamur.co.cc

0 komentar:

Poskan Komentar